Aku bertemu senja sore tadi, seperti biasa dia mengantarku pulang setelah hujan reda, dan sperti yang sudah-sudah ingatan masalalu kembali berputar di kepalaku. Ada diam yang menemani perjalanan kami, aku mengutuk hujan yang turun sore itu, sudah terlalu sering kami di temani hujan, sudah terlalu sering juga kami bersama karna hujan. Hujan pula yang membuat kami terlihat seperti drama FTV. Sial.
"Kamu apa kabar?" Tanya senja mengawali obrolan kami, iya itu hanya sekedar basa basi, aku tidak sedang baik-baik saja setiap kau ada di sampingku, setiap tangan hangatmu menggenggam tanganku dengan hati-hati, dan setiap kau tersenyum setelah menanyakan hal yg tak penting itu. Kau tak perlu berpura-pura tak paham, kau paham benar apa yg terjadi setelah Hujan turun.
"Baik." Jawabku singkat. Hanya itu yang mampu terucap, dan seperti biasa waktu kembali terasa begitu lambat, aku selalu benci keadaan ini.
"Yakin baik-baik aja?" Senja kembali bertanya, dan kali ini dia menyisipkan senyum di pertanyaannya, entah harus berapa kali aku memperingatkan, tolong jangan tersenyum sperti itu, dan tolong jangan memandangku seperti itu.
Aku benci setiap senyummu, aku benci setiap tatapanmu, aku benci setiap kau berdiri di sampingku, aku benci ketika kau menggenggam tanganku, dan aku
Benci ketika harus terbangun lagi, terbangun dengan mimpi yang selalu sama setiap malamnya, yang tak tau di mana ujungnya, Senja tolong berhenti untuk selalu hadir ketika ku tertidur, aku lelah, aku hanya butuh tidur nyenyak, untuk dapat beristirahat, beristirahat dari rindu, sama seperti dirimu, sekarang masih pukul tiga pagi, apa lagi yang ingin kau sampaikan, aku baik-baik saja di sini, atau kau rindu aku mengunjungimu, baiklah besok pagi sebelum berangkat bekerja, aku sempatkan untuk mengunjungimu, tapi tolong pastikan kau tetap baik-baik saja.
See you yaa Senja.
(Dari catatan, untuk Senja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar